Jumat, 13 Juni 2014

Konflik dan Motivasi


Pengertian Konflik Dan Motivasi

Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.


Jenis dan Sumber Konflik

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :

  • Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • Konflik antar atau tidak antar agama
  • Konflik antar politik.


Sumber Konflik

  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.


Motivasi
Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..

Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.


Teori-teori Motivasi

Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain :

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H.Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
  • Fisiologis
  • keamanan, keselamatan dan perlindungan
  • Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
  • Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
  • Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.
Menurut maslow, jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, maka ia perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah posisi bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.

2. Teori Motivasi X dan Y

Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negatif (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan satu lagi positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.

3. Teori Motivasi - Higiene

Dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi.
Dua faktor itu dinamakan faktor yang membuat orang merasa tidak puas atau faktor-faktor motivator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:
  • prestasi (achievement)
  • Pengakuan (recognition)
  • Tanggung Jawab (responsibility)
  • Kemajuan (advancement)
  • pekerjaan itu sendiri (the work itself)
  • Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)
4. Teori Motivasi kebutuhan McClelland

Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan, yaitu :
  • prestasi (achievement)
  • kekuasaan (power)
  • Afiliasi (pertalian)
5. Teori Motivasi Harapan - Victor Vroom

Teori ini berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu, dan pada daya tarik dari keluaran bagi individu tersebut.
Teori pengharapan mengatakan seorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantarkan ke suatu penilaian kinerja yang baik, suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi karyawan tersebut.

6. Teori Motivasi Keadilan

Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan. Individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari organisasi.

7. Reinforcement theory

Teori motivasi ini tidak menggunakan konsep suatu motif atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan di masa yang akan datang dalam proses pembelajaran
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu, maka akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.


Perbedaan Wewenang, Kekuasaan, dan Pengaruh
  • Pengertian Wewenang
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.

  • Pengertian Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

  • Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.

Kamis, 10 April 2014

Pengalaman di Organisasi

Pengalaman saya dalam organisasi

            Saya pernah tergabung dalam sebuah organisasi seksi keuangan dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMPN 287 Jakarta. Dalam organisasi itu saya banyak mendapatkan pengalaman sekaligus pelajaran yang baik untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Dalam oraganisasi itu banyak kegiatan positif yang saya ikuti yang berhubungan dengan sekolah.
            Menurut saya Organisasi masih ada hubungannya dengan Metode. Oleh karna itu semua Organisasi yang positif maka akan menghasilkan hasil yang positif yang bias di bawa dalam kehidupan sehari-hari dan seterusnya

Orgsnisasi & Metode

NAMA             : JULIANTO TRIWIBOWO.P
NPM                : 34113727


PENGERTIAN DARI ORGANISASI DAN JELASKAN TENTANG METODE DAN PENGALAMAN DALAM ORGANISASI




Pengertian organisasi Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi juga pada dasarnya adalah tempat atau wadar orang-orang berkumpul bekerjasama secara rasional dan sistematis.
Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.  Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian dari Organisasi, sebagai berikut :
1.    Stoner mengatakan bahwa Organisasi adalahsuatu pola hubungan yang melalui dimana orang-orang dibawah pengarahan atasan dengan tujuan bersama.
2.    James D. mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3.    Chester  I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan dua orang atau lebih.


METODE ADALAH metode berasal dari Bahasa Yunani yaitu Methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu. Sehingga 2 hal penting yang terdapat dalam sebuah metode adalah : Cara melakukan sesuatu dan Rencana dalam pelaksanaan.
Berikut adalah pengertian dan definisi Metode dan para ahli :
1.    ROTHWELL & KAZANAS Metode adalah cara, pendekatan, atau proses untuk menyampaikan informasi.
2.    TITUS Metode adalah rangkaian cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan bidang keilmuan.
3.    MACQUARIE Metode adalah suatu cara melakukan sesuatu, terutama yang berkenaan dengan rencana tertentu.
WIRADI Metode adalah seperangkat langkah (apa yang harus dikerjakan) yang tersusun secara sistematis (urutannya logis).



 

Rabu, 22 Januari 2014


SKATEBOARD


Olahraga ini adalah olahraga yang saya sangat senangi bahkan saya cintai. Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang beresiko dan berbahaya namun menyenangkan. Punya kesenangan dan kepuasan tersendiri kalau sudah bermain bersama papan luncur berroda ini. Skateboard sudah ada sejak era 1830an dan di mainkan oleh legendaris skateboard yang membawa harum nama skateboard hingga keliling dunia yaitu McDonald, Tony Hawk dan masih banyak pemain skateboard handal di dunia. 

SOFTSKILL

Mata kuliah softskill itu sangat menyenangkan. Saya belajar mata kuliah softskill setiap hari jum’at, dan dalam sebulan hanya ada dua pertemuan. Mata kuliah softskill ini mengajarkan para Mahasiwa dan Mahasiswi untuk bersikap dewsa, mandiri, serta bijaksana dalam melakuan hal apapun. Serta mata kuliah ini mengajarkan untuk membuat karya yang baik dan benar. Pokoknya mata kuliah ini IS THE BEST deeeeeeh. Mata kuliah yang satu ini juga didukung oleh dosennya yang baik yang bisa mendorang semangat belajar para mahasiswa dan mahasiswinya. Pokoknya “LUAR BIASA”.

KEPEMIMPINAN


Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu. Dan memberi contoh pengaruh baik kepada para pengikutnya. Berbicara tentang kepemimpinan saya sangat terkesan oleh seorang pemimpin yaitu Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare Sulawesi Selatan ,25 Juni 1936, umur 77 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Walaupun beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia akan tetapi jasa dan pengorbanan beliau terhadap bangsa sangatlah besar. Beliau juga sosok yang sangat bertanggung jawab terhadap Bangsanya. Selain beliau seorang pemimpin yang memimpin Bangsa ini beliau juga sangat cerdas. Kecerdasan beliau terlihat sejak beliau kecil. B.J Habibie juga pernah merancang pesawat terbang yang benar-benar dirancang oleh beliau di IPTN (Bandung).

Selasa, 21 Januari 2014


Analisa Kasus :

Andi adalah pendiri direktur dan manajer umum dari semua operasi PT.Suka Cita sebuah pabrik Korek Api di Karawang. Suatu waktu perusahaan tersebut diambil alih oleh suatu perusahaan raksasa dan direorganisasi dan Andi diangkat sebagai Direktur yang baru, diperintahkan untuk mengembangkan struktur organisasi. Dia melakukannya dengan berat hati karena dia selalu mengelola perusahaannya secara informal. Setelah satu tahun memecahkan banyak masalah antar departemen sendiri dan bekerja 12 sampai 14 jam sehari,Andi menyadari bahwa penjualan menurun, laba menyusut, dan banyak karyawan keluar dari perusahaannya.
Masalahnya adalah, bagaimana mereorganisasi PT.Suka Cita menjadi suatu perusahaan yang lebih professional dengan meningkatkan penjualannya dan laba.

Pertanyaan:

1.   Seandainya anda adalah seorang konsultan, untuk menaikkan lagi tingkat penjualan dan laba, kordinasi apa dan bagaimana yang seharusnya anda lakukan? Mengapa kordinasi penting untuk dilakukan?

2.   Salah satu factor pendukung keberhasilan perusahaan adalah komunikasi. Banyak kegagalan kordinasi disebabkan oleh komunikasi. Coba jelaskan tentang komunikasi yang efektif itu yang bagaimana? Kendala-kendala apa saja yang terdapat dalam komunikasi tersebut? Komunikasi apa saja menurut anda yang perlu dilakukan perusahaan tersebut?

3.   Untuk meningkatkan produktifitas dan laba penjualan, apakah perusahaan perlu melakukan motivasi? Tujuan apa yang diharapkan perusahaan dalam memberikan motives? Alat-alat motivasi dan jenis motivasi apa yang sebaiknya diberikan? Kendala-kendala apa yang dihadapi dalam memberikan motivasi tersebut?

4.   Untuk mendapatkan pendapatan yang optimal, perlu kiranya perusahaan mengadakan pengawasan yang efektif. Jelaskan pengawasan efektif apa yang dibutuhkan perusahaan tersebut? Apakah perlu perusahaan mengadakan control extern? Mengapa dan siapa yang akan melaksanakannya?

Jawaban :

1.           Kami akan mengkordinasi setiap bagian agar dapatmenjalankan tugasnya masing-masing dengan produktifitas. Pengorganisasian itu perlu dilakukan agar setiap bidang pekerjaan berjalan secara teratur dan sesuai. Cara untuk meningkatkan laba dengan cara membuat model baru yg lebih familiar dan disukai banyak pelanggan.

2.           Komunikasi yang efektif yaitu selalu mengontrol dan menanyakan kendala apa saja yang dihadapi. Komunikasi antar atasan dan bawahan harus terjaga agar pekerjaan dan hasil pekerjaan bagus dan memuaskan.

3. Iya sangat perlu adanya motivasi. Tujuan dan harapan dalam memberikan motivasi adalah agar perusahaan tidak menyusut dan bisa meningkatkan penjualan dan laba. Kendala yang dihadapi dalam memberikan motivasi adalah dibutuhkannya proses untuk menjalankan motivasi tersebut dan kendala yang terpenting adalah perusahaan dan karyawan tersebut bisa menerima motivasi tersebut.

4. Perusahaan perlu mengadakan pengawasan yang efektif agar produktivitas meningkat.
Pengawasan efektif yang dibutuhkan adalah :
-         pengawasan produktivitas dari barang tersebut.
-         Pengawasan terhadap karyawan yang bekerja.
-         Pengawasan keluar masuknya pendapatan dari perusahaan tersebut.

Perlu mengadakan control extern agar produktivitas stabil. Yang melaksanakan pengawasan tersebut adalah semua karyawan dan pendiri perusahaan tersebut.